Rabu, 17 Mei 2017

Rwabineda Kerjasama Internasional Indonesia – Jepang



 Presiden RI (Joko Widodo) Beserta PM Jepang (Shinzo Abe) 
Saat Kunjungan Kerja di Indonesia




Rwabineda Kerjasama Internasional Indonesia – Jepang

Penandatanganan perjanjian perdamaian antara Indonesia dan Jepang pada April 1958, menjadi cikal bakal serta simbol hubungan baik kedua negara. Hingga saat ini hubungan kedua negara tersebut tampak harmonis. Bahkan Indonesia dan Jepang, semakin giat melakukan kerjasama Internasional. Kerjasama Indonesia – Jepang yang pada awal mulanya dilakukan terbatas hanya pada sektor politik dan ekonomi kini telah meluas hingga ke beberapa sektor penting lainnya seperti sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, perikanan, sosial dan budaya serta lain sebagainya.

Kerjasama Internasional yang selama ini terjalin, memberikan kontribusi positif bagi keduanya. Baik Indonesia maupun Jepang sama-sama mendapatkan keuntungan dari kerjasama bilateral yang telah dilakukan. Namun Rwabineda dalam kehidupan tidak dapat dipisahkan. Baik buruk, positif negatif, benar salah seakan diciptakan Tuhan untuk selalu berpasangan sehingga segala hal di dunia ini apapun itu, ada sisi kebalikannya. Seperti halnya dengan kerjasama Internasional antara Indonesia– Jepang, selain menguntungkan juga dapat merugikan serta berdampak negatif.

Kerjasama Internasional Indonesia–Jepang yang dilakukan hampir di segala sektor, dirasa cukup merugikan dan berdampak negatif khususnya bagi Indonesia seperti lapangan pekerjaan yang strategis di Indonesia banyak diduduki orang Jepang karena SDM Indonesia yang rendah, penggunaan barang produksi Jepang tidak dapat dibendung sehingga mengalahkan produk dalam negeri, ketergantungan Indonesia terhadap Jepang semakin tinggi dalam hal teknologi dan hal-hal lain serta masih banyak lagi.


Untuk itu, diharapkan Indonesia mulai berbenah sejak dini. Mulai dari upaya peningkatan SDM sehingga dapat berimbas pada sektor-sektor lainnya. Karena manusialah pengatur, penggerak dan pengolahnya. Sehingga SDM merupakan kunci utama. Apabila kualitas SDM tinggi, maka kekayaan alam akan terolah dengan efektif dan tepat guna. Lapangan kerja yang strategi tidak akan bisa ditempati masyarakat asing, segala pengaruh negatif dari luar akan bisa dibendung dan negara akan dikelola oleh orang yang tepat dan mampu mensejahterakan rakyat Indonesia.

Kamis, 16 Maret 2017

ATHABASCA
By : Vera Ariasih





The story begin when drilling two oil fields in the world, one in Canada and one in Alaska, rocked by a series of accidents and tragedies. Both of that place, the pipeline across tens of thousands of kilometers in the desert of snow did not awake so it is a great opportunities for criminals to take advantage of that state. First, a letter threatening coming then followed by the explosion of one oil refinery in Athabasca.  The sabortir not identified the tracks, they were lost in a snowstorm. But then the same tragedy happening the damage is more severe, including a leader killed. So, Jim Brady along with two colleagues, Mackenzie and Dermott struggled to unravel the crime. They through the various hurdles that almost endanger their lives. But then they come to the conclusion that the villain of this tragedy is the head of security for the purpose of control the company.[A2] 



Title of the book : Athabasca
Publisher           ; Alistair Maclean
Published            ; September 2013


 [A1]orientation
 [A2]interpretation
 [A3]evaluation
 [A4]summary

Kamis, 16 Februari 2017

Tema Silent Idol

                            
Sebatas Idola
Karya : Vera Ariasih

     It’s been along day without you my friend
     And I’II tell you all about it
     When I see you again…nanananana……

     Alunan lagu see you again menggema memenuhi ruangan, mengusik tidur gadis-gadis remaja yang tengah terbuai dalam mimpi. Salah satu gadis rermaja tersebut mulai membuka kelopak matanya perlahan, menampakkan iris matanya yang indah. Melirik arloji putih yang melingkari tangan mungilnya, yang sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi, gadis cantik inipun mulai beranjak dari tempat tidurnya. Bergegas merapikan tempat tidur lalu melakukan rutinitasnya setiap pagi hari sebagai seorang anak asrama disebuah sekolah asrama khusus putri dibawah naungan yayasan Petro Academy.

     “Pagi yang cerah” pikir Risma sambil berjalan kaki menuju ruang kelasnya di lantai 2 gedung Science. “Selamat pagi” sapa Risma pada teman-temannya yang sedang asyik membicarakan sesuatu. “Pagi Risma, ayo kesini. Kamu harus dengar berita ini.” Panggil Adel antusias, Risma pun mendekat kearah gadis berambut pendek itu.“Ada apa nih, kok kalian heboh banget?”. “Kamu tau Ris, yayasan kita akan mengadakan perayaan valentine.” Kata Adel berbinar-binar. “Dan perayaan itu akan diikuti oleh sekolah milik yayasan. Itu artinya kita merayakan valentine bersama sekolah sebelah. Yeah..” seru Merry heboh diikuti pekikan senang teman-teman yang lainnya. Risma tersenyum kecil merespon perkataan teman-temannya, tidak bisa dipungkiri ia pun merasa senang akan kabar tersebut.Namun ia tidak ingin terlalu menunjukknnya pada teman-temannya, biarlah ini menjadi rahasia miliknya seorang.

    Jam dinding yang terpasang di sudut ruang kelas tepat menunjukan pukul 3 sore. Seluruh siswa pun berhamburan keluar kelas karena jam pelajaran sudah selesai. Trio sejoli, Risma, Adel, dan Merry memutuskan pergi keperpustakaan untuk membaca buku. Adel membaca novel Bad Boy Good Girl, Merry membaca komik Manga, dan Risma memilih membaca novel My Salwa My Palestine.

     “Guys, novel ini bener-bener bikin baper. Romantis banget tau.” kata Adel memecah keheningan. “Bener? Ceritaan dong Del?” Sahut Merry ingin tau. “Jadi ceritanya gini….” Adel pun bercerita panjang lebar tentang novel yang ia baca kepada kedua temannya, namun Risma tak benar-benar memperhatikan, pikirannya melayang pada seseorang yang akhir-akhir ini memenuhi kepalanya, dan membuatnya tersenyum tak jelas.

Flashback on

     “Aduh, aku lupa bawa air, gimana nih.” gumam Risma setelah menghabiskan makan siangnya di sebuah ruangan besar tempat pelatihan seni. ”Ini ambil minumku saja.”seru seseorang disebelahnya.“Aku sudah minum tadi.”Lanjut pemuda itu. Risma tampak ragu namun akhirnya ia menerima tawaran pemuda itu karena ia sedang perlu air saat ini. “Terima kasih” kata Risma sebelum menenggak air dalam botol kemasan tersebut.“Hn…” respon pemuda itu sambil berlalu dari pandangan Risma.

    Selang 2 hari, tanpa sengaja Risma kembali bertemu pemuda itu di tempat latihan. Risma pun memberanikan diri memulai perkenalan dengannya. Yang ia tau pemuda itu bernama Raka, seangkatan dengannya, sekolah di sekolah asrama khusus putra, itu berarti mereka satu yayasan dan sekolah Raka berada tepat disebelah sekolah Risma. Fakta yang mengejutkan sekaligus membahagiakan untuknya. Sejak saat itu, Risma selalu memperhatikan Raka. Tak jarang ia bertemu pandang dengan Raka. Mengingat Raka membuat senyum lebar terukir di bibis tipis Risma.

Flashback off

     Adel dan Merry yang sedari tadi memperhatikan Risma, mulai curiga akan sahabat karibnya itu.“Risma, Kamu kenapa senyum-senyum.” Tanya Adel penuh selidik. “Pasti lagi naksir seseorang ya? Ngaku deh.” Timpal Merry. “Yang bener?Ris cerita dong.””cerita,cerita.” Pinta kedua temannya itu bersemangat. “Apasih kalian, ngak kok.”Elak Risma.“Ah gak seru ah.”kata Adel yang mulai menyerah membujuk Risma untuk cerita.“Kalau gitu kamu aja yang cerita Del, bukannya kamu lagi naksir seseorang.”Kata Merry.“Kamu juga lagi naksir seseorangkan. Kamu aja yang cerita.”Timpal Adel tak mau kalah. Melihat suasana yang mulai memanas Risma pun berucap “Okay, aku ada ide. Gimana kalau kita sama-sama cerita tentang cowok yang kita taksir.Setuju?” “Setuju.” Jawab Adel dan Merry kompak.

    Mereka pun saling bertukar cerita tentang seseorang yang mereka sukai. Tetapi tidak mengungkapkan namanya, karena Adel dan Merry belum tau pasti siapa nama pemuda yang mereka taksir. Itu karena rata-rata, mereka cinta pada pandangan pertama. Jadi mereka sepakat menggunakan panggilan khusus. Adel menyebut dengan nama ketela, Merry dengan nama pinus, dan Risma dengan nama cemara.

     Keesokan harinya, mereka pergi ke Aula Utama melihat persiapan perayaan hari valentine. Persiapan yang dilakukan oleh anak-anak OSIS dari 2 sekolah itu sudah 80%. Susunan acaranya pun sudah tertempel di depan Aula. Dari 8 rentetan acara, ada satu yang menarik bagi Risma yaitu Santa’s Giving Valentine’s Gift. Itu akan mempermudahkannya memberikan hadiah valentine kepada Raka, tanpa diketahui siapapun karena menggunakan perantara Santa sebagai pengirim.

    Dilain sisi, tampak seorang pemuda berperawakan tinggi,dan tegap berjalan naik kepanggung Aula Utama dengan sebuah microfon dalam genggamannya. Ialah Raka, ketua OSIS sekolah asrama khusus putra. Raka memberikan pengarahan diatas panggung terkait perayaan valentine yang akan dilaksanakan besok malam. Risma menatap kagum Raka yang berdiri diatas panggung megah itu.“Cemara” Gumamnya sambil tersenyum. “Pinus””Ketela”ujar kedua temannya bergantian, senyum Risma lenyap dalam sekejap. Dengan cepat mereka menoleh kearah satu sama lain dan saling berpandangan dengan ekspresi kaget, serta tak ingin percaya.“Jangan bilang apa yang aku pikirkan ini benar. Kita menyukai orang yang sama?” kata Adel dengan penuh penekanan.

    Risma, Adel, dan Merry kembali ke asrama dalam diam. Setelah sampai ditempat tidur masing-masing, Adel berucap serius “Aku pikir kita tidak perlu merusak persahabatan kita hanya karena seorang cowok.Akan lebih baik jika tak seorangpun dari kita mendapatkannya.” Risma dan Merry menoleh sejenak pada Adel, namun tetap diam membisu.

     Risma gelisah dalam tidurnya, pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Raka, hingga kejadian yang menjungkirbalikkan hatinya.Ditambah pernyataan Adel tadi, benar-benar menusuk batinnya. Ia sudah terlancur jatuh cinta pada Raka. Namun Risma sadar segalanya perlu pengorbanan. Sebelum benar-benar terlelap Risma telah memutuskan……

   Lampu kelap-kelip lengkap dengan iringan music Dj, memeriahkan malam perayaan valentine. Ditengah perayaan tersebut tampaklah Santa, sang pengirim hadiah valentine, menyerahkan sebuah kotak coklat kepada Raka. Untuk mengusir rasa penasaran tentang siapa si pengirim, Raka pun bergegas membuka kotak tersebut. Yang ia dapati didalamnya ialah sebungkus coklat dan sebuah surat. Raka pun membuka surat tersebut dan membacanya.

     Dear Raka,
     Hy Raka, saat kamu sudah menerima surat ini itu artinya hadiahku sudah      sampai padamu. Aku harap kamu bersedia menerima hadiahku yang tidak seberapa ini. Oh, ya maaf karena akhir-akhir ini aku sering mengganggumu. Kamu pasti merasa risih karena sering kuperhatikan, iya kan?? Sebenarnya aku tak bermaksud begitu. Hanya saja, entah kenapa setiap melihatmu aku merasa bahagia. Kamu orang yang baik, dan sangat keren. Aku kagum padamu sejak awal kita bertemu……tapi tenang saja, mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku tak akan meminta lebih, tapi kuharap kita bisa menjadi teman. Terima kasih Raka
   Happy Valentine’s Day
Pengagummu
Risma Sisdayanti
    Risma memutuskan untuk menjadikan Raka sebatas idola.

The End