Sebatas Idola
Karya : Vera
Ariasih
It’s been along day without you my friend
And I’II tell you all about it
When I see you again…nanananana……
When I see you again…nanananana……
Alunan lagu
see you again menggema memenuhi ruangan, mengusik tidur gadis-gadis remaja yang
tengah terbuai dalam mimpi. Salah satu gadis rermaja tersebut mulai membuka
kelopak matanya perlahan, menampakkan iris matanya yang indah. Melirik arloji
putih yang melingkari tangan mungilnya, yang sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi,
gadis cantik inipun mulai beranjak dari tempat tidurnya. Bergegas merapikan
tempat tidur lalu melakukan rutinitasnya setiap pagi hari sebagai seorang anak
asrama disebuah sekolah asrama khusus putri dibawah naungan yayasan Petro
Academy.
“Pagi yang
cerah” pikir Risma sambil berjalan kaki menuju ruang kelasnya di lantai 2
gedung Science. “Selamat pagi” sapa Risma pada teman-temannya yang sedang asyik
membicarakan sesuatu. “Pagi Risma, ayo kesini. Kamu harus dengar berita ini.”
Panggil Adel antusias, Risma pun mendekat kearah gadis berambut pendek itu.“Ada
apa nih, kok kalian heboh banget?”. “Kamu tau Ris, yayasan kita akan mengadakan
perayaan valentine.” Kata Adel berbinar-binar. “Dan perayaan itu akan diikuti oleh
sekolah milik yayasan. Itu artinya kita merayakan valentine bersama sekolah
sebelah. Yeah..” seru Merry heboh diikuti pekikan senang teman-teman yang
lainnya. Risma tersenyum kecil merespon perkataan teman-temannya, tidak bisa
dipungkiri ia pun merasa senang akan kabar tersebut.Namun ia tidak ingin
terlalu menunjukknnya pada teman-temannya, biarlah ini menjadi rahasia miliknya
seorang.
Jam dinding
yang terpasang di sudut ruang kelas tepat menunjukan pukul 3 sore. Seluruh
siswa pun berhamburan keluar kelas karena jam pelajaran sudah selesai. Trio
sejoli, Risma, Adel, dan Merry memutuskan pergi keperpustakaan untuk membaca
buku. Adel membaca novel Bad Boy Good Girl, Merry membaca komik Manga, dan
Risma memilih membaca novel My Salwa My Palestine.
“Guys, novel
ini bener-bener bikin baper. Romantis banget tau.” kata Adel memecah
keheningan. “Bener? Ceritaan dong Del?” Sahut Merry ingin tau. “Jadi ceritanya
gini….” Adel pun bercerita panjang lebar tentang novel yang ia baca kepada
kedua temannya, namun Risma tak benar-benar memperhatikan, pikirannya melayang
pada seseorang yang akhir-akhir ini memenuhi kepalanya, dan membuatnya
tersenyum tak jelas.
Flashback on
“Aduh, aku lupa bawa air, gimana nih.” gumam
Risma setelah menghabiskan makan siangnya di sebuah ruangan besar tempat pelatihan
seni. ”Ini ambil minumku saja.”seru seseorang disebelahnya.“Aku sudah minum
tadi.”Lanjut pemuda itu. Risma tampak ragu namun akhirnya ia menerima tawaran
pemuda itu karena ia sedang perlu air saat ini. “Terima kasih” kata Risma
sebelum menenggak air dalam botol kemasan tersebut.“Hn…” respon pemuda itu sambil
berlalu dari pandangan Risma.
Selang 2 hari, tanpa sengaja Risma kembali
bertemu pemuda itu di tempat latihan. Risma pun memberanikan diri memulai
perkenalan dengannya. Yang ia tau pemuda itu bernama Raka, seangkatan
dengannya, sekolah di sekolah asrama khusus putra, itu berarti mereka satu
yayasan dan sekolah Raka berada tepat disebelah sekolah Risma. Fakta yang
mengejutkan sekaligus membahagiakan untuknya. Sejak saat itu, Risma selalu memperhatikan
Raka. Tak jarang ia bertemu pandang dengan Raka. Mengingat Raka membuat senyum lebar
terukir di bibis tipis Risma.
Flashback off
Adel dan Merry yang sedari tadi memperhatikan
Risma, mulai curiga akan sahabat karibnya itu.“Risma, Kamu kenapa
senyum-senyum.” Tanya Adel penuh selidik. “Pasti lagi naksir seseorang ya?
Ngaku deh.” Timpal Merry. “Yang bener?Ris cerita dong.””cerita,cerita.” Pinta
kedua temannya itu bersemangat. “Apasih kalian, ngak kok.”Elak Risma.“Ah gak
seru ah.”kata Adel yang mulai menyerah membujuk Risma untuk cerita.“Kalau gitu kamu
aja yang cerita Del, bukannya kamu lagi naksir seseorang.”Kata Merry.“Kamu juga
lagi naksir seseorangkan. Kamu aja yang cerita.”Timpal Adel tak mau kalah.
Melihat suasana yang mulai memanas Risma pun berucap “Okay, aku ada ide. Gimana
kalau kita sama-sama cerita tentang cowok yang kita taksir.Setuju?” “Setuju.”
Jawab Adel dan Merry kompak.
Mereka pun
saling bertukar cerita tentang seseorang yang mereka sukai. Tetapi tidak
mengungkapkan namanya, karena Adel dan Merry belum tau pasti siapa nama pemuda
yang mereka taksir. Itu karena rata-rata, mereka cinta pada pandangan pertama. Jadi
mereka sepakat menggunakan panggilan khusus. Adel menyebut dengan nama ketela,
Merry dengan nama pinus, dan Risma dengan nama cemara.
Keesokan harinya, mereka pergi ke Aula Utama
melihat persiapan perayaan hari valentine. Persiapan yang dilakukan oleh
anak-anak OSIS dari 2 sekolah itu sudah 80%. Susunan acaranya pun sudah
tertempel di depan Aula. Dari 8 rentetan acara, ada satu yang menarik bagi
Risma yaitu Santa’s Giving Valentine’s Gift. Itu akan mempermudahkannya memberikan
hadiah valentine kepada Raka, tanpa diketahui siapapun karena menggunakan
perantara Santa sebagai pengirim.
Dilain sisi,
tampak seorang pemuda berperawakan tinggi,dan tegap berjalan naik kepanggung Aula
Utama dengan sebuah microfon dalam genggamannya. Ialah Raka, ketua OSIS sekolah
asrama khusus putra. Raka memberikan pengarahan diatas panggung terkait
perayaan valentine yang akan dilaksanakan besok malam. Risma menatap kagum Raka
yang berdiri diatas panggung megah itu.“Cemara” Gumamnya sambil tersenyum. “Pinus””Ketela”ujar
kedua temannya bergantian, senyum Risma lenyap dalam sekejap. Dengan cepat
mereka menoleh kearah satu sama lain dan saling berpandangan dengan ekspresi kaget,
serta tak ingin percaya.“Jangan bilang apa yang aku pikirkan ini benar. Kita
menyukai orang yang sama?” kata Adel dengan penuh penekanan.
Risma, Adel,
dan Merry kembali ke asrama dalam diam. Setelah sampai ditempat tidur
masing-masing, Adel berucap serius “Aku pikir kita tidak perlu merusak
persahabatan kita hanya karena seorang cowok.Akan lebih baik jika tak
seorangpun dari kita mendapatkannya.” Risma dan Merry menoleh sejenak pada
Adel, namun tetap diam membisu.
Risma gelisah
dalam tidurnya, pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Raka, hingga
kejadian yang menjungkirbalikkan hatinya.Ditambah pernyataan Adel tadi, benar-benar
menusuk batinnya. Ia sudah terlancur jatuh cinta pada Raka. Namun Risma sadar segalanya
perlu pengorbanan. Sebelum benar-benar terlelap Risma telah memutuskan……
Lampu kelap-kelip lengkap dengan iringan music
Dj, memeriahkan malam perayaan valentine. Ditengah perayaan tersebut tampaklah Santa,
sang pengirim hadiah valentine, menyerahkan sebuah kotak coklat kepada Raka. Untuk
mengusir rasa penasaran tentang siapa si pengirim, Raka pun bergegas membuka
kotak tersebut. Yang ia dapati didalamnya ialah sebungkus coklat dan sebuah
surat. Raka pun membuka surat tersebut dan membacanya.
Dear
Raka,
Hy Raka, saat
kamu sudah menerima surat ini itu artinya hadiahku sudah sampai padamu. Aku harap kamu bersedia
menerima hadiahku yang tidak seberapa ini. Oh, ya maaf karena akhir-akhir ini
aku sering mengganggumu. Kamu pasti merasa risih karena sering kuperhatikan,
iya kan?? Sebenarnya aku tak bermaksud begitu. Hanya saja, entah kenapa setiap
melihatmu aku merasa bahagia. Kamu orang yang baik, dan sangat keren. Aku kagum
padamu sejak awal kita bertemu……tapi tenang saja, mulai sekarang aku tidak akan
mengganggumu lagi. Aku tak akan meminta lebih, tapi kuharap kita bisa menjadi
teman. Terima kasih Raka
Happy
Valentine’s Day
Pengagummu
Risma Sisdayanti
Risma
memutuskan untuk menjadikan Raka sebatas idola.
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar