Kamis, 16 Februari 2017

Tema Silent Idol

                            
Sebatas Idola
Karya : Vera Ariasih

     It’s been along day without you my friend
     And I’II tell you all about it
     When I see you again…nanananana……

     Alunan lagu see you again menggema memenuhi ruangan, mengusik tidur gadis-gadis remaja yang tengah terbuai dalam mimpi. Salah satu gadis rermaja tersebut mulai membuka kelopak matanya perlahan, menampakkan iris matanya yang indah. Melirik arloji putih yang melingkari tangan mungilnya, yang sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi, gadis cantik inipun mulai beranjak dari tempat tidurnya. Bergegas merapikan tempat tidur lalu melakukan rutinitasnya setiap pagi hari sebagai seorang anak asrama disebuah sekolah asrama khusus putri dibawah naungan yayasan Petro Academy.

     “Pagi yang cerah” pikir Risma sambil berjalan kaki menuju ruang kelasnya di lantai 2 gedung Science. “Selamat pagi” sapa Risma pada teman-temannya yang sedang asyik membicarakan sesuatu. “Pagi Risma, ayo kesini. Kamu harus dengar berita ini.” Panggil Adel antusias, Risma pun mendekat kearah gadis berambut pendek itu.“Ada apa nih, kok kalian heboh banget?”. “Kamu tau Ris, yayasan kita akan mengadakan perayaan valentine.” Kata Adel berbinar-binar. “Dan perayaan itu akan diikuti oleh sekolah milik yayasan. Itu artinya kita merayakan valentine bersama sekolah sebelah. Yeah..” seru Merry heboh diikuti pekikan senang teman-teman yang lainnya. Risma tersenyum kecil merespon perkataan teman-temannya, tidak bisa dipungkiri ia pun merasa senang akan kabar tersebut.Namun ia tidak ingin terlalu menunjukknnya pada teman-temannya, biarlah ini menjadi rahasia miliknya seorang.

    Jam dinding yang terpasang di sudut ruang kelas tepat menunjukan pukul 3 sore. Seluruh siswa pun berhamburan keluar kelas karena jam pelajaran sudah selesai. Trio sejoli, Risma, Adel, dan Merry memutuskan pergi keperpustakaan untuk membaca buku. Adel membaca novel Bad Boy Good Girl, Merry membaca komik Manga, dan Risma memilih membaca novel My Salwa My Palestine.

     “Guys, novel ini bener-bener bikin baper. Romantis banget tau.” kata Adel memecah keheningan. “Bener? Ceritaan dong Del?” Sahut Merry ingin tau. “Jadi ceritanya gini….” Adel pun bercerita panjang lebar tentang novel yang ia baca kepada kedua temannya, namun Risma tak benar-benar memperhatikan, pikirannya melayang pada seseorang yang akhir-akhir ini memenuhi kepalanya, dan membuatnya tersenyum tak jelas.

Flashback on

     “Aduh, aku lupa bawa air, gimana nih.” gumam Risma setelah menghabiskan makan siangnya di sebuah ruangan besar tempat pelatihan seni. ”Ini ambil minumku saja.”seru seseorang disebelahnya.“Aku sudah minum tadi.”Lanjut pemuda itu. Risma tampak ragu namun akhirnya ia menerima tawaran pemuda itu karena ia sedang perlu air saat ini. “Terima kasih” kata Risma sebelum menenggak air dalam botol kemasan tersebut.“Hn…” respon pemuda itu sambil berlalu dari pandangan Risma.

    Selang 2 hari, tanpa sengaja Risma kembali bertemu pemuda itu di tempat latihan. Risma pun memberanikan diri memulai perkenalan dengannya. Yang ia tau pemuda itu bernama Raka, seangkatan dengannya, sekolah di sekolah asrama khusus putra, itu berarti mereka satu yayasan dan sekolah Raka berada tepat disebelah sekolah Risma. Fakta yang mengejutkan sekaligus membahagiakan untuknya. Sejak saat itu, Risma selalu memperhatikan Raka. Tak jarang ia bertemu pandang dengan Raka. Mengingat Raka membuat senyum lebar terukir di bibis tipis Risma.

Flashback off

     Adel dan Merry yang sedari tadi memperhatikan Risma, mulai curiga akan sahabat karibnya itu.“Risma, Kamu kenapa senyum-senyum.” Tanya Adel penuh selidik. “Pasti lagi naksir seseorang ya? Ngaku deh.” Timpal Merry. “Yang bener?Ris cerita dong.””cerita,cerita.” Pinta kedua temannya itu bersemangat. “Apasih kalian, ngak kok.”Elak Risma.“Ah gak seru ah.”kata Adel yang mulai menyerah membujuk Risma untuk cerita.“Kalau gitu kamu aja yang cerita Del, bukannya kamu lagi naksir seseorang.”Kata Merry.“Kamu juga lagi naksir seseorangkan. Kamu aja yang cerita.”Timpal Adel tak mau kalah. Melihat suasana yang mulai memanas Risma pun berucap “Okay, aku ada ide. Gimana kalau kita sama-sama cerita tentang cowok yang kita taksir.Setuju?” “Setuju.” Jawab Adel dan Merry kompak.

    Mereka pun saling bertukar cerita tentang seseorang yang mereka sukai. Tetapi tidak mengungkapkan namanya, karena Adel dan Merry belum tau pasti siapa nama pemuda yang mereka taksir. Itu karena rata-rata, mereka cinta pada pandangan pertama. Jadi mereka sepakat menggunakan panggilan khusus. Adel menyebut dengan nama ketela, Merry dengan nama pinus, dan Risma dengan nama cemara.

     Keesokan harinya, mereka pergi ke Aula Utama melihat persiapan perayaan hari valentine. Persiapan yang dilakukan oleh anak-anak OSIS dari 2 sekolah itu sudah 80%. Susunan acaranya pun sudah tertempel di depan Aula. Dari 8 rentetan acara, ada satu yang menarik bagi Risma yaitu Santa’s Giving Valentine’s Gift. Itu akan mempermudahkannya memberikan hadiah valentine kepada Raka, tanpa diketahui siapapun karena menggunakan perantara Santa sebagai pengirim.

    Dilain sisi, tampak seorang pemuda berperawakan tinggi,dan tegap berjalan naik kepanggung Aula Utama dengan sebuah microfon dalam genggamannya. Ialah Raka, ketua OSIS sekolah asrama khusus putra. Raka memberikan pengarahan diatas panggung terkait perayaan valentine yang akan dilaksanakan besok malam. Risma menatap kagum Raka yang berdiri diatas panggung megah itu.“Cemara” Gumamnya sambil tersenyum. “Pinus””Ketela”ujar kedua temannya bergantian, senyum Risma lenyap dalam sekejap. Dengan cepat mereka menoleh kearah satu sama lain dan saling berpandangan dengan ekspresi kaget, serta tak ingin percaya.“Jangan bilang apa yang aku pikirkan ini benar. Kita menyukai orang yang sama?” kata Adel dengan penuh penekanan.

    Risma, Adel, dan Merry kembali ke asrama dalam diam. Setelah sampai ditempat tidur masing-masing, Adel berucap serius “Aku pikir kita tidak perlu merusak persahabatan kita hanya karena seorang cowok.Akan lebih baik jika tak seorangpun dari kita mendapatkannya.” Risma dan Merry menoleh sejenak pada Adel, namun tetap diam membisu.

     Risma gelisah dalam tidurnya, pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Raka, hingga kejadian yang menjungkirbalikkan hatinya.Ditambah pernyataan Adel tadi, benar-benar menusuk batinnya. Ia sudah terlancur jatuh cinta pada Raka. Namun Risma sadar segalanya perlu pengorbanan. Sebelum benar-benar terlelap Risma telah memutuskan……

   Lampu kelap-kelip lengkap dengan iringan music Dj, memeriahkan malam perayaan valentine. Ditengah perayaan tersebut tampaklah Santa, sang pengirim hadiah valentine, menyerahkan sebuah kotak coklat kepada Raka. Untuk mengusir rasa penasaran tentang siapa si pengirim, Raka pun bergegas membuka kotak tersebut. Yang ia dapati didalamnya ialah sebungkus coklat dan sebuah surat. Raka pun membuka surat tersebut dan membacanya.

     Dear Raka,
     Hy Raka, saat kamu sudah menerima surat ini itu artinya hadiahku sudah      sampai padamu. Aku harap kamu bersedia menerima hadiahku yang tidak seberapa ini. Oh, ya maaf karena akhir-akhir ini aku sering mengganggumu. Kamu pasti merasa risih karena sering kuperhatikan, iya kan?? Sebenarnya aku tak bermaksud begitu. Hanya saja, entah kenapa setiap melihatmu aku merasa bahagia. Kamu orang yang baik, dan sangat keren. Aku kagum padamu sejak awal kita bertemu……tapi tenang saja, mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku tak akan meminta lebih, tapi kuharap kita bisa menjadi teman. Terima kasih Raka
   Happy Valentine’s Day
Pengagummu
Risma Sisdayanti
    Risma memutuskan untuk menjadikan Raka sebatas idola.

The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar