Pada suatu pagi, saya tiba di
sekolah pukul 06.30 pagi. Pada saat itu suasana sekolah masih sepi dan tenang.
Saya kemudian menuju ke padmasana untuk sembahyang, minta perlindungan-Nya.
Tiba-tiba angin bertiup kencang, sampah- sampah di padmasana berterbangan
menyebar ke sudut-sudut. Bagai puting beliung yang memporak-porandakan ladang
desa. Mata ini terasa berat untuk terbuka, hati saya terketuk serta suasana
disekitar terasa sangat dingin, hingga saya memutuskan untuk keluar dari
padmasana. Saya mencoba untuk tidak berpikir hal-hal diluar akal sehat serta
menenangkan diri.
Saya pergi menuju ke kelas tetapi saya merasa
masih berada di padmasana, suatu hal
yang aneh bahkan tidak terjangkau oleh daya pikir dan nalar saya. Sampai di
kelas tanpa sadar saya telah mengambil sapu dan kembali lagi ke padmasana.
Dengan rasa takut serta gemetar saya mulai membersihkan padmasana. Waktu
berjalan terasa sangat lambat hingga rasa takut saya memuncak, untungnya Elsa,
temen sekelas saya datang. Dia
datang untuk sembahyang. Kemudian saya
meminta Elsa untuk membantu membersihkan padmasana. Setelah Elsa bergabung rasa
ketakutan saya berkurang, lama-kelamaan jadi santai dan merasa tenang. Merasa
seperti baru diberi pencerahan oleh sang malaikat. Setelah padmasana bersih
saya dan Elsa meninggalkan padmasana. Seketika, perasaan saya berubah, rasa
senang tidak terbendung serta senyum tidak bisa ditahan. Dalam hati saya
berkata”Aku percaya Engkau ada, Aku percaya Engkau yang kuasa, tak akan pernah
kuragukan hal itu Tuhan”.
waahhh kerennn
BalasHapusthanks diah...
BalasHapusuwow.. good story..
BalasHapus