Senin, 07 November 2016

Cerita Harian






Isyarat tuhan

               Pada suatu pagi, saya tiba di sekolah pukul 06.30 pagi. Pada saat itu suasana sekolah masih sepi dan tenang. Saya kemudian menuju ke padmasana untuk sembahyang, minta perlindungan-Nya. Tiba-tiba angin bertiup kencang, sampah- sampah di padmasana berterbangan menyebar ke sudut-sudut. Bagai puting beliung yang memporak-porandakan ladang desa. Mata ini terasa berat untuk terbuka, hati saya terketuk serta suasana disekitar terasa sangat dingin, hingga saya memutuskan untuk keluar dari padmasana. Saya mencoba untuk tidak berpikir hal-hal diluar akal sehat serta menenangkan diri.
               Saya pergi menuju ke kelas tetapi saya merasa masih berada  di padmasana, suatu hal yang aneh bahkan tidak terjangkau oleh daya pikir dan nalar saya. Sampai di kelas tanpa sadar saya telah mengambil sapu dan kembali lagi ke padmasana. Dengan rasa takut serta gemetar saya mulai membersihkan padmasana. Waktu berjalan terasa sangat lambat hingga rasa takut saya memuncak, untungnya Elsa, temen  sekelas saya datang. Dia datang  untuk sembahyang. Kemudian saya meminta Elsa untuk membantu membersihkan padmasana. Setelah Elsa bergabung rasa ketakutan saya berkurang, lama-kelamaan jadi santai dan merasa tenang. Merasa seperti baru diberi pencerahan oleh sang malaikat. Setelah padmasana bersih saya dan Elsa meninggalkan padmasana. Seketika, perasaan saya berubah, rasa senang tidak terbendung serta senyum tidak bisa ditahan. Dalam hati saya berkata”Aku percaya Engkau ada, Aku percaya Engkau yang kuasa, tak akan pernah kuragukan hal itu Tuhan”.

3 komentar: